Untuk Kamu, Cinta Satu Periode | Kampung Inggris Pare

Untuk Kamu, Cinta Satu Periode Yang Kutemukan Di Kampung Inggris

Hie, masihkah kamu mengingatku? Seseorang yang mungkin pernah singgah di hatimu selama kita bersama di Kampung Inggris dulu. Bagaimana kabarmu sekarang?

Sayangnya kita telah berjauhan semenjak kepulangan kita dari Kampung Inggris beberapa bulan lalu. Ya, kita harus melanjutkan hidup di tempat masing-masing. Jika ingat mitos tentang cinta satu periode Kampung Inggris, aku jadi ingin mengubur dalam-dalam harapan ini agar hubungan kita tak hanya berjalan sekian periode saja. Setelah berjauhan pun semoga kita nggak lost contact dan terus berkomunikasi meskipun mungkin sekarang kamu sudah bersama dengan kekasihmu lagi. Aku tahu ini sebelum memutuskan menjalin hubungan tanpa komitmen itu selama di Pare.

Indahnaya Cinta Satu Periode di Kampung Inggris

 

Mau bagaimana lagi, mungkin kita khilaf waktu itu. Di Kampung Inggris, Aku kosong, kamu kosong, toh daripada sendirian kemana-mana. Aku pun bisa belajar banyak darimu. Nggak perlu ada yang disesalin, ambil positifnya saja. Semenjak perkenalan kita waktu itu aku jadi lebih semangat belajar dan ngejalanin hari. Aku bangun pagi-pagi agar bisa mandi sebelum mengikuti morning program. Sejujurnya tujuanku agar aku bisa sarapan bareng sama kamu sebelum masuk kelas. Kalau mandi setelah program kan nanti mepet sama jam pertama.

Aku inget banget kapan dan dimana pertama kali ketemu kamu di Kampung Inggris. Yup, di kelas Job Interview Global English kan? Waktu itu membernya hanya ada beberapa orang saja. Pernah cuma aku sama kamu. Saking sedikitnya Mr * yang ngajar jadi sedikit kebingungan ngajar di kelas. Akhirnya dibikin santai saja, belajar diselingi sesi curhat. Dari situlah perlahan aku mulai mengenal siapa dirimu. Setelah itu, seolah telah janjian (padahal nggak pernah ada janjian) kita aktif datang di kelas-kelas Extended dan sering ketemu. Kita pun mulai saling bertukar nomor telepon. Dari situ kita pun jadi semakin dekat.

Saking akrabnya, banyak teman-teman yang mengira kita udah jadian. Walau tak pernah terplokamirkan seakan kedekatan aku dan kamu sudah menjawab semuanya. Selama di Kampung Inggris baik aku dan kamu tak pernah jalan dengan orang lain. Mau makan, nunggu kelas sampai ngisi waktu luang buat belajar bareng kita lakuin bersama. Di akhir pekan pun kita selalu meluangkan waktu untuk jogging, jalan-jalan ke Car Free Day atau sekadar sepedaan. Aku jadi semakin betah tinggal di Kampung Inggris karena kamu orangnya sangat asyik dan lebih bisa ngemong aku yang agak manja ini. Sampai nggak kerasa waktu berjalan begitu cepat dan satu bulan hampir berlalu.

Aku hampir menangis saat kamu mengabarkan harus meninggalkan Kampung Inggris duluan karena orang tuamu sedang sakit. Kamu nggak sempat pamitan denganku lantaran aku sedang ada kelas. Walaupun begitu aku tidak boleh sedih karena itu wujud baktimu pada orang tua. Semoga perjalananmu lancar hingga sampai rumah, doaku. Setelah itu, waktu bagai berjalan begitu lambat. Padahal tinggal menghitung hari saja aku bakal menyusulmu pulang. Entah apa yang terjadi denganku. Semangatku tiba-tiba menurun drastis. Mungkinkah itu bagian dari kepedihan akibat perpisahan? Atau aku sedang patah hati karena sebentar lagi kamu akan berjumpa dengan pacarmu. Entahlah…

Aku hampir menangis saat kamu mengabarkan harus meninggalkan Kampung Inggris

Syukurlah, masih ada teman-teman camp  yang terus menyemangatiku. Meski suka menggoda diriku, tapi terkadang kata-kata mereka ada benarnya juga. Ya, aku harus kembali kepada tujuan awal ketika datang pertama kali di Kampung Inggris, yakni belajar bahasa Inggris sungguh-sungguh demi meraih score TOEFL yang telah aku targetkan sejak awal. Apalagi akhir di akhir pekan itu aku akan menghadapi official test TOEFL ITP di Kampung Inggris, tepatnya ruang IELTS Center, Global English.

Official test TOEFL ITP di Kampung Inggris, tepatnya ruang IELTS Center, Global English.

Tetap semangat, Fir ! Tak henti-hentinya aku menyemangati diriku sendiri. Ya, aku sangat berharap bisa meraih score yang memuaskan agar bisa mendaftar beasiswa AAS Scholarship tahun depan. Alhamdulillah hasilnya memuaskan dan saat ini aku sedang mempersiapkan berkas-berkas persyaratan lainnya.

Hmm, aku menulis ini bukan bermaksud memintamu kembali. Lagipula aku bukan tipe perempuan seperti itu, suka mengambil milik orang lain. Toh, masalah jodoh sudah ada Tuhan yang mengatur. Saat ini fokus saja dengan apa yang kita hadapi di depan. Kamu dengan pekerjaan barumu dan aku dengan persiapan beasiswaku. Sekali lagi, semoga cerita kita selama di Kampung Inggris kemarin adalah kekhilafan pertama dan terakhir. Setelah ini kamu tidak perlu khawatirkan aku lagi. Justru aku banyak mendapat pelajaran berharga dari kisah-kisah kita.

Terakhir, aku ingin menuliskan sesuatu padamu wahai pembaca setiaku.

“Sekali-kali, jangan menggantungkan kebahagiannmu pada orang lain. Jika dia pergi, lenyap sudah. Bangunlah bahagiamu sendiri dan ia tak akan pernah pergi meninggalkanmu. Stay strong, make them wonder you’re still smiling.”

Dari,

Yang pernah mengukir berjuta kenangan di Kampung Inggris

Please follow and like us:
Blog Attachment

1 Comment

  • andi
    Reply

    Kayaknya kenal dech dg orang tersebut

Leave us a Comment