Datang Dari Tempat Yang Berbeda Dengan Tujuan Yang Sama

Hello sahabat-sahabat kami yang baik hati dan pandai bersyukur, semoga hari-hari kalian dipenuhi dengan keindahan persahabatan, keramahan keluarga dan kasih sayang oleh orang-orang yang kalian cintai dan kasihi. Izinkanlah kami membuat kalian menjadi lebih dekat dengan kami dengan sedikit menyisihkan waktu kalian untuk mengetahui siapa nama kami dan hal yang baik tentang kami. Orang tua saya menamai saya dengan nama yang sangat menghangatkan, Ryan Danny Dalihade. Itulah nama saya. Nama yang semoga dengan mengingatnya sahabat-sahabat bisa menjadi lebih bersyukur atas karunia Tuhan yang Maha Esa. Lalu izinkanlah saya memperkenalkan teman saya yang satu ini, namanya adalah Baharuddin Fathin Azhar. Nama ini merupakan buah perpanjangan dari sebuah keindahaan ciptaan dan cerminan ketulusan dari seorang manusia. Dan yang terakhir dia adalah Idris seorang pemuda dari daearah terpencil di salah satu kecamatan provinsi Jambi yang memiliki cita-cita gila yaitu menaklukan dunia.

Kami datang dari tempat yang berbeda dan waktu yang berselisih. Kami membawa latar belakang keluarga yang berbeda pula. Pada tanggal 22 Agustus 2017 merupakan tanggal yang bersejarah bagi kami. Ya Teaching Clinic Test. Global English, itulah nama lembaga yang memberikan waktu dan ruang untuk ikut berkecimpung dalam ujian masuk program Teaching Clinic. Siapa sangka begitu banyak peserta yang hadir untuk mengikuti ujian ini. Ya begitulah, memang sesuatu yang baik selalu ditunggu-tunggu. Ujian seleksi yang sangat penuh dengan kompetisi dan membuat adrenalin meningkat. Soal demi soal dihantam demi melaju ke proses selanjutnya. Akhirnya proses interview mengundang kami untuk bisa hadir di hari esoknya. Di ruangan interview proses Tanya jawab berlangsung cukup lama dan menegangkan. Lalu, terkumpullah kami 26 orang sebagai satu keluarga yang baru, keluarga Teaching Clinic 12.

Pukul 5 pagi kami memiliki jadwal untuk menerjang kantuk dan mengubur rasa malas. Jadwal belajar pada jam tersebut dipimpin langsung oleh Daddy, begitulah sapaan kami kepada Mr Anam. Orang yang sangat begitu kami hargai. Sambil menangkal rasa kantuk materi pun berjalan dengan seru. Materi yang disampaikan  tentunya dalam bahasa inggris. Bahasa inggris sepertinya mengalahkan waktu bahasa daerah di lidah kami di sini. Ya kenapa tidak, karena kalau kami berbicara bahasa selain inggris kita diganjar hukuman dengan membayar denda uang sebesar 1000 rupiah untuk satu kata yang diucapkan. Berat memang tapi itulah seninya belajar dan kehidupan  kehati-hatian dan tanggungjawab.

Di sebuah rumah dengan beberapa kamar yang dipenuhi dengan keramahan dari beberapa orang yang sangat tangguh kami memulai cerita sebagai pelajar dalam program Teaching Clinic 12. Rumah yang akan menjadi saksi bagaimana kami menghabiskan kemalasan, melawan ego dan saling bergandengan tangan. Orang-orang yang akan menjadi saksi bagaimana mengakrabkan diri selagi jauh dari keluarga dan mereka menjadi keluarga. Ya kami di sini belajar, bukan sekedar belajar tapi hati, pikiran dan tanggung jawab harus tetap dijaga agar waktu yang kami habiskan bisa diubah menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa perubahan. Di bawah semesta ini kami mencoba sekuat tenaga dan mencurahkan seluruh kemampuan untuk memberikan hasil yang terbaik bagi semua pihak. Ya benar kami juga pelajar dengan jadwal yang telah didisain sedemikian rupa oleh pihak Global English agar terjadi proses yang sempurna.

Please follow and like us:

Leave us a Comment