4 Conditional Sentences dan Rumus Mudahnya

0
759
conditional sentences

Apa itu conditional sentences dan bagaimana rumusnya?

Pengertian Conditional Sentences

Conditional sentence, atau dikenal juga conditional clause atau if clause, adalah klausa yang menunjukkan sebuah kondisi khusus yang menentukan apakah aksi di main clause (induk kalimat) dapat terjadi atau tidak. Contoh:

  • If I drink coffee, I will stay awake tonight.
  • Jika saya minum kopi, saya akan tetap terjaga malam ini.

Nah, aksi "terjaga" akan terjadi jika kondisi "meminum kopi" di if clause terjadi.

Conditional sentences terbagi ke dalam tiga tipe, tergantung jenis kemungkinannya:

  1. Tipe I = kemungkinan terjadinya besar
  2. Tipe II = kemungkinan terjadinya kecil
  3. Tipe III = tidak mungkin terjadi (karena sudah terlanjur)

Rumus Dasar Conditional Sentences

Berikut rumus dasar conditional sentences untuk ketiga tipe tersebut:

TypeIf ClauseMain ClauseExplanationExample
ISimple Present Simple FuturePossibleIf I drink coffee, I will stay awake.
V1 / Vs-eswill V1(mungkin terjadi)"Jika saya minum kopi, saya akan terjaga."
IISimple Past Simple Past FutureUntrueIf I drank coffee, I would stay awake.
V2 would V1(mungkin tidak terjadi)"Jika saya minum kopi, saya akan terjaga." (tidak ada kopi)
IIIPast PerfectPast Future PerfectImpossibleIf I had drunk coffee, I would have stayed awake.
had V3 would have V3(tidak mungkin terjadi)"Jika saya sudah minum kopi, mungkin saya sudah terjaga."

Keterangan:

TIPE I

Pada tipe satu, kita menggunakan simple present yang rumusnya adalah V1 atau Vs/es tergantung subject agreementnya. Lalu, di if clausenya kita menggunakan modal will yang merupakan ciri simple future.

If I drink coffee, I will stay awake.

Jika kita menggunakan pola di atas, artinya sangat mungkin kondisi tersebut akan terpenuhi atau terjadi. Mungkin disebabkan karena memang setiap kali ia minum kopi, ia selalu terjaga. Didukung juga dengan misalnya kopinya pun dapat didapatkan dengan mudah. Maka tinggi kemungkinannya meminum kopi terjadi.

TIPE II

Pada tipe dua, kita menggunakan simple past yang rumusnya adalah V2. Lalu, di if clausenya kita menggunakan modal would yang merupakan ciri simple past future.

If I drank coffee, I would stay awake.

Kita menggunakan pola tipe II karena ia tidak sesuai kenyataan di masa kini (hadir) atau karena kemungkinan terjadinya sangat kecil sekali. Pada contoh kalimat di atas, barangkali disebabkan karena di sekitarnya saat itu sama sekali tidak ada akses untuk kopi, sehingga tidak mungkin ia bisa minum kopi, apalagi terjaga.

! penting !

Jika dalam if clause tipe II terdapat BE, maka kita tidak menggunakan was. Apapun subjectnya, selalu gunakan were. Perhatikan :

  • If I were you, I would accept this offer.
  • Jika saya adalah kamu, saya akan terima tawaran ini.
  • If she were here, they would not be confused.
  • Jika dia ada di sini, mereka tidak akan bingung.
  • I would answer the question quickly if the question were easy.
  • Saya akan jawab dengan cepat jika pertanyaannya mudah.

Baca Juga : Penggunaan Was dan Were dalam Bahasa Inggris

TIPE III

Pada tipe tiga, kita menggunakan past perfect yang rumusnya adalah had V3. Lalu, di if clausenya kita menggunakan modal would diikuti have V3 yang menunjukkan rumus past future perfect.

If I had drunk coffee, I would have stayed awake.

Pola ini dapat dikatakan sebagai pola penyesalan. Kondisi yang disebutkan tidak akan dapat terjadi karena ia merujuk ke masa lalu. Perhatikan:

  • If I had drunk coffee, I would have stayed awake last night.
  • Jika saya sudah minum kopi, saya mungkin sudah terjaga semalam.
  • Kenyataan : saya tidak minum kopi semalam.
  • If I had passed the test, I would have been in England.
  • Jika saya (dulu) lulus tes, saya mungkin sudah di Inggris.
  • Kenyataan : saya tidak lulus tes.
  • If I had told her my feeling, I would not have felt this upset.
  • Jika saya sudah menyatakan perasaan saya padanya, saya tidak akan merasa semenyesal ini.
  • Kenyataan : saya tidak pernah menyatakan padanya.

Semua verb dalam if clause di atas merujuk ke masa lalu, yang pada kenyataannya, yang terjadi adalah sebaliknya.

Variasi dalam Conditional Sentences

Penggunaan MODAL

Modal yang dimaksud di sini adalah kata kerja pembantu yang menunjukkan possibility (kemungkinan), ability (kemampuan), permission (pembolehan) dan obligation (keharusan).

Dalam conditional sentences, modal yang umum digunakan adalah will dan would. Namun kita bisa mengganti mereka dengan modal lain, seperti:

  • can (bisa) [present]
  • could (bisa/barangkali) [past & past perfect]
  • may (mungkin/boleh) [present]
  • might (mungkin/boleh) [past & past perfect]
  • should (seharusnya) [present & past & past perfect]
  • must (harus/pasti) [present & past perfect]
  • had better (sebaiknya) [present & past]

Contoh :

  • If Bagus is accepted, he can go to New York city.
  • Jika Bagus diterima, maka dia bisa pergi ke New York.
  • If my money were lost, I might be feeling so sad.
  • Jika uangku hilang, mungkin aku akan sangat sedih.
  • You must hide if my mother comes!
  • Kamu harus sembunyi jika ibuku datang!

Baca Juga : Rumus 16 Tenses Lengkap Beserta Contoh

If Clause TYPE ZERO

Ketika berbicara tentang kemungkinan, kita menggunakan tipe I, II dan III. Namun ketika berbicara tentang fakta atau arahan, maka kita memakai tipe 0. Pada tipe zero ini, main clausenya menggunakan tense simple present, bisa berupa statement dan imperative. Berikut penjelasannya:

Statement dengan Simple Present

Jika kita berbicara tentang habit (kebiasaan), typical behavior (perilaku khas), general truth (kebenaran umum), scientific fact (fakta ilmiah), maka kita gunakan tipe 0. Dalam tipe 0, baik if clause maupun main clause, keduanya menggunakan simple present. Berikut rumusnya:

If S V1/Vs-es, S V1/Vs-es

  • If it rains, the ground becomes wet.
  • Jika turun hujan, maka tanah menjadi basah.
  • If I drink coffee, I get a headache.
  • Jika saya minum kopi, kepala saya pusing.
  • Oil floats if you pour it into the water.
  • Minyak mengambang jika dituang ke air.
  • If water reaches 100 degrees, it boils.
  • Jika air mencapai suhu 100 derajar, maka ia mendidih.

Imperative dalam Conditional Sentence

Dari semua contoh yang telah diberikan di atas, tipe main clause (induk kalimat) yang digunakan adalah statement atau pernyataan. Dalam conditional sentence tipe 0, jika berkaitan dengan arahan atau saran, maka kamu juga bisa ganti statement ini menjadi imperative atau perintah. Pola imperative adalah:

  • V1 (O) (adv) !/. = perintah
  • Don't V1 (O) (adv) !/. = larangan

Contoh :

  • If it rains, take my clothes on the rooftop, please.
  • Jika hujan turun, tolong ambilkan baju saya di atap.
  • If the bell rings, open the door!
  • Jika belnya berbunyi, buka pintunya!
  • Be patient if she doesn't come.
  • Bersabarlah jika barangkali dia tidak datang.
  • If you are in the market, please buy me some eggs.
  • Jika kamu di pasar, tolong belikan saya sejumlah telur.

Nah sobat Global English, begitulah penjelasan mengenai conditional sentences dan rumusnya. Jangan lupa untuk praktekkan terus baik dalam speaking maupun writing. Atau jika kamu ada contoh atau pertanyaan lain, silahkan berikan di kolom komentar 🙂 .