IELTS writing: 6 tipe soal task 1

Pada kesempatan ini mimin mau berbagi pengalaman belajar preparation buat writing task 1 IELTS. Ternyata, ada berbagai jenis-jenis soal yang akan ditanya saat official test nanti dan tingkat kesulitannya beragam. Mungkin bagi kamu yang belum pernah belajar IELTS akan bertanya-tanya apa saja sih jenis soal itu. Ini harus dipelajari dengan matang dan sempurna karena durasi waktu yang diberikan untuk mengerjakan writing ini hanya 20 menit saja dan harus menulis minimal 150 kata.

Nah disini, mimin akan nge-share semua tipe soal itu untuk membantu kalian yang akan preparation terutama yang suka self-study. langsung aja baca dibawah ini.

Pertama, Pie Chart atau disebut juga grafik lingkaran. umumnya grafik ini menggambarkan data statistik perbandingan jumlah atau persentase sesuatu yang bisa berupa kesukaan musik antara laki-laki dan perempuan, persentase pengeluaran biaya belanja bulanan pemerintah atau bahkan persentase minat olahraga berdasarkan jenisnya. Dan masih banyak lagi soal-soal yang ditanyai dalam bentuk pie chart ini. soal ini meminta para IELTS taker untuk mampu menuliskan penjelasan data utama yang ditampilkan dengan batasan minimal kata 150.

kedua, Bar Chart atau grafik batangan. tidak jauh berbeda dengan pie chart tetapi hal yang menonjol dari grafik ini adalah model tampilan data berbentuk pilar-pilar berisi deskripsi hal yang dibicarakan. Pada model soal grafik batangan ini para IELTS taker diminta menjelaskan data perbandingan mengenai suatu hal dan perubahannya, umumnya seperti perbandingan pengeluaran sebuah negara dengan negara lain untuk barang atau jasa dari tahun ke tahun.

Ketiga, Line Chart atau grafik garis. Pada model grafik ini selain membuat perbandingan, IELTS taker juga diminta menjelaskan sebuah trend yaitu sebuah gerakan data naik-turun dari masa ke masa dan bisa berupa proyeksi ke masa depan. Intinya pada grafik ini diminta untuk mampu menjelaskan komparasi dan trend data yang tersedia.

Keempat, Table. Data disajikan dalam sebuah tabel, umumnya berisi mengenai barang dan jasa pada penjualan atau pengeluaran perorangan atau bisa juga daerah. Hal yang harus dilakukan oleh IELTS taker sama seperti pada pie chart dan bar chart yaitu membuat perbandingan pada main feature atau poin utama dari data table itu.

Kelima, ada Map atau peta sebuah daerah seperti urban area atau daerah untuk perencanaan pembangunan atau peta sebuah jalur transportasi seperti jalan kereta api, motorway dan jalur bawah tanah dari sebuah kota ke kota lainnya. Bagi sebagian IELTS taker, model soal ini lebih menantang untuk dijelaskan karena banyak sekali detail yang perlu ditulis, beberapa bahkan bingung harus dijelaskan mulai dari mana. apakah dari arah mata anginnya atau fokus pada bangunan dan jalur trasportasi yang ada.

keenam adalah diagram atau process. Isinya berupa sebuah penjelasan bagaimana sesuatu itu dibuat atau bagaimana sesuatu itu bekerja. Contohnya Bisa jadi proses pengolahan susu alami menjadi sebuah produk atau proses pembangkit listrik. Poin-poin penjelasan bisa banyak atau sedikit tergantung pada proses itu sendiri. Maka diperlukan kejelian dalam mengambil main feature-nya untuk dijadikan sebagai hal utama dari proses itu.

Sekarang sudah pada pahamkan? yuk kita lanjutkan sedikit lagi pembahasan mengenai tipe soal task one mana sih yang paling sering muncul pada official tes. Untuk menjawab hal ini, mimin hanya dapat membantu menerkanya saja, karena setiap adanya official tes IELTS, jenis soal yang dimunculkan selalu saja berbeda dengan sebelumnya. artinya disini tidak ada kepastian.

Tapi bila dilihat dari laman pencarian Google, mimin coba mengetik tiap tipe soal itu dan muncul tipe soal Task 1 IELTS for Process yang tertinggi traffic-nya, dengan kata kunci Process task 1 IELTS maka muncul 9.890.000 laman per 0.47 detik sedangkan urutan kedua ada Map dengan jumlah site penyedia mencapai 6.950.000 per 0.62 detik. Diikuti oleh Table dengan jumlah laman 4.870.000 per 0,47 detik, kemudian disusul oleh Line chart 1.170.000 per 0,52 detik, Diagram 1.050.000 per 0.50 detik, Bar chart 672.000 per 0,49 detik dan terakhir dengan laman tersedia 395.000 per 0,67 detik adalah Pie chart.

Jadi sekarang kalian sudah paham yang paling banyak dipelajari kan? mimin ulang ya, di internet tipe soal paling banyak dibahas adalah Process dan yang paling sedikit dibahas adalah Pie chart. Walaupun begitu pada official test  nanti berdasarkan ulasan tetangga sebelah paling jarang keluar adalah process. Jadi tidak ada salahnya mempelajari semua tipe soal biar aman.

 

 

 

4 skill yang diukur pada test IELTS

test ielts

Sekarang mimin mau menjelaskan lebih lanjut mengenai tiap skill yang akan diuji saat tes IELTS nanti. Semoga hal ini dapat memberi gambaran konkret ke teman-teman mengenai tes ini.

Pertama Listening skill, ujian mendengarkan percakapan atau pembicaraan dalam bahasa Inggris full, lamanya tes ini adalah 30 menit ditambah waktu memindahkan jawaban ke lembar jawab 10 menit, jadi totalnya 40 menit untuk 40 soal.

Ada empat section dalam Listening tes ini dimana tiap sesinya berisi dialog atau monolog dengan  topik yang berbeda pula. Section pertama, akan ada pembicaraan mengenai sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari seperti nama, umur, hobi dan aktivitas. Nah, untuk section satu ini  terdapat 10 pertanyaan berdasarkan dari dialog antara dua orang. Masuk pada section 2 terdapat seorang pembicara yang mencoba menjelaskan mengenai pekerjaan atau topik lainnya, IELTS taker juga akan menjawab 10 pertanyaan pada section ini.

Untuk di Listening section 3 dan 4, semua topik tidak lagi sama seperti pada section sebelumnya. Dialog disini lebih formal dan mengarah pada hal pendidikan dan taining-training. Contoh, di section 3-nya dua orang  pria akan berdiskusi mengenai pendidikan, anda akan diminta untuk menjawab 10 pertanyaan mengeani bahasan mereka. Masuk ke section 4 juga sama, bedanya adalah seorang pria/wanita nantinya akan melakukan monolog tanpa jeda, jadi para IELTS taker mesti mampu menyeimbangi antara mendengar dan memperhatikan, kalau tidak, anda akan gagal mengisi beberapa jawaban pada soal-soal tertentu.

Kedua Reading Skill, berbeda dengan listening, reading passage  yang hanya memiliki tiga artikel saja, tapi untuk jumlah kata secara keseluruhan mencapai 2150-2170 kata. berbagai jenis soal bisa kita temui saat menyelesaikan 40 soal yang sudah disiapkan, contohnya, ada matching heading, matching statement, multiple choices, indentifying information, identifying writer`s opinion, labeling program, dan completing summary. Para IELTS taker harus pandai dan berhati-hati supaya tidak melakukan kesilapan saat mengisi jawaban, karena salah spelling dan grammar juga dianggap salah.

Pada reading IELTS Academic, beberapa referensi diambil dari buku-buku,journal,majalah,koran, dan blog tertentu, tapi bahasa dan penulisan artikel soal tetap dibuat untuk semua kalangan, mau orang berpendidikan tinggi atau tidak.

Sedangkan pada IELTS General, bacaannya hanya untuk mengukur kebiasaan harian, ini terletak pada section pertama dan berjumlah 2 atau 3 cerita pendek saja. Pada section kedua, akan ada 2 topik berbeda yang akan menanyakan tentang “JOB”. Di section 3, hanya disini satu-satunya text panjang, walaupun begitu, bahasannya cuma hobi dan kesukaan pada umumnya. Jenis text yang digunakan umumnya deskriptif, dan terakhir, buat resource-nya diambil dari buku-buku, majalah, dan online resource juga.

Ketiga adalah writing skill, ini skill yang menantang sekali menurut mimin, kamu tahu kah bahwasanya dalam waktu satu jam, IELTS taker harus menyelesaikan 2 Task sekaligus. pertama adalah Task 1 berisikan perintah untuk menuliskan penjelasan mengenai Line chart, Pie chart, Diagram, Table, Map, dan process dalam waktu 20 menit. Ups, maksud mimin salah diantara itu aja ya. Kedua lanjut ke writing task 2 berisikan perintah untuk menjelaskan mengenai suatu tema seperti banning to smoke in public area, Financing space program dan lain-lain. lamanya waktu yang diberikan adalah 40 menit. Jadi total waktu yang digunakan adalah 60 menit dan tidak ada tambahan waktu untuk merevisi. nah, sekarang kamu sudah tau kan, maka persiapkan diri kalian sebaik mungkin.

Keempat adalah speaking skill. Disni kamu bakal face-to-face dengan examiner selama kurang lebih 14 menit untuk sesi tanya jawab dan diskusi. biar lebih jelas, mimin kasih gambaran nih. Akan ada 3 bagian yang masing-masing bila dipilah akan terlihat seperti ini

part 1: Introduction and interview adalah sesi dimana kamu memperkenalkan diri danmenjawab pertanyaan sederhana dari examiner terkait diri kamu, durasi waktunya sekitar 4 menit. contohsoal yang ditanya adalah What is your name?, What is your hobby dan lain-lain.

part 2: Long turn adalah sesi menjawab soal selama 2 menit yang sudah disapkan oleh examiner buat kamu dalam bentuk cue card. jadi sebelum menjawab, kamu dipersilahkan selama 1 menit buat taking note supaya kamu terarah dan menjawab semua soal.

part 3 : Discussion adalah sesi tanya jawab antara IELTS taker dan examiner lebih mendalam mengenani topik yang sudah dibahas di part 2 sebelumnya selama kurang lebih 4 menit.

Sekarang kamu sudah paham dengan skill-skill yang diuji saat tes IELTS kan ? Mari belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum ikut ke official test!

Baca Juga: 2 jenis IELTS yang harus kamu tau!

 

2 jenis IELTS yang harus kamu tau!

IELTS adalah

Diantara pelajar bahasa Inggris pasti ada yang bertanya-tanya, IELTS itu apa sih? kok begitu banyak dibahas oleh para Scholarship Hunters ya, dan kenapa semakin banyak lembaga pendidikan yang meminta para calon scholars ikut melampirkan hasil tes IELTS sebagai salah satu syarat utama yang mesti dipenuhi ya. IELTS adalah singkatan dari the International English Language Testing System. ini merupakan sebuah tes bahasa inggris dan diakui oleh lebih dari 10.000 institusi pendidikan dan pekerjaan di dunia. Secara kepemilikan tes IELTS ini adalah milik bersama antara British Council, IDP atau dikenal IELTS Australia dan Cambridge Assessment English.

Masih bingung IELTS itu gimana ?

Berikut ini mimin ingin mengulasnya step by step. Tapi, kamu harus memahami jenis-jenis IELTS terlebih dahulu sebelum berniat mengikuti tesnya biar kamu tidak salah mengambil tes IELTS-nya. Bahaya banget bila kamu submit berkas hasil tes IELTS tapi tidak sesuai permintaan akhirnya ditolak oleh lembaga pendidikan yang kamu tuju.

1. Ada IELTS Academic,

digunakan sebagai syarat untuk melanjutkan kuliah S1, S2, S3 dan beberapa kegiatan akademik lainnya, tes ini sebagai bukti kalau kamu sudah siap menjalani masa training atau belajar.

2. IELTS General,

digunakan sebagai syarat untuk bekerja dimana yang diukur adalah konteks bahasa harian. Perlu diingat bahwa tes ini tidak bisa menggantikan fungsinya IELTS Academic purpose ya.

Hal lainnya yang perlu diketahui adalah Tes IELTS bisa dilakukan secara Paper-based Test atau Computer-delivered test. Nanti kamu milih saja sesuai dengan keinginanmu. Tapi saran mimin sih ambil yang paper aja supaya kamu tidak gugup dengan penggunaan komputer.

Kalian tahu, sudah 30 tahun IELTS ini digunakan menge-tes bahasa inggris orang-orang lhoe dan pihak pemerintahan Australia, New Zealand,dan UK menggunakannya untuk memproses berkas keimigrasian.

Hebatnya IELTS Test itu cukup beralasan karena yang diukur adalah 4 skill dasar meliputi skill input dan output yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking. Nanti pada sesi khusus, mimin akan mengajak kalian untuk mengetahui lebih lanjut terkait ke-4 skill diatas secara detail ya.

Sekarang Gimana sih caranya mendaftar tes IELTS, masih bingung ya ? jangan khawatir, mudah kok, langkahnya seperti ini:

Pertama kamu pilih salah satu penyelenggaranya apakah mau IALF, British Council, IDP sebagai tempat kamu ikut tes, terserah kamu karena sama saja kok.

Kedua kamu lihat jadwal tes yang tersedia sekaligus lokasi tes yang terdekat dengan jangkauanmu. pastikan seatnya masih tersedia, biasanya kalau sedang banyak yang memburu beasiswa pada moment tertentu, seat-nya sering kepenuhan.

Ketiga, unduh dan baca persyaratan yang diminta oleh penyelenggara dan lihat satu seat buat hari H, perhatikan baik-baik jadwal tes mu ya.

Eits sebelum lanjut, mimin mau kasih tau, ngecek-nya online aja biar mudah, jangan mau repot-repot mesti ke kantor mereka segala. Untuk website resmi mereka, ketik aja di internet, nanti keluar kok.

Keempat, bayarlah biaya tes setelah mendaftarkan diri secara online selesai melalui ATM, nanti kamu akan dikasih pilihan mau lunasi pakai ATM jenis apa.

Mungkin kamu masih bertanya kapan buat mendaftar ya? mimin saranin kamu lakukan sebulan sebelum test ya, biar kamu lebih siap.

Baca Juga: Kesalahan umum para IELTS taker

Kesalahan umum para IELTS taker

Bagi kamu yang ingin segera mengambil official test-nya IELTS kudu belajar dari kesalahan para IELTS taker sebelumnya dulu agar kamu tidak melakukan hal yang serupa. Mimin bakal bagi mencoba mengulas beberapa common mistake-nya mereka menurut beberapa review expert di blog mereka.

Bahasan dibawah ini akan meliputi listening, reading, writing dan speaking. buat kamu yang merasa penasaran apa saja sih yang perlu untuk dilakukan lagi, silahkan bawa sampai selesai ya!

pertama, meninggalkan lembar jawaban kosong. ini banyak banget yang melakukannya apa lagi pada test listening dan reading. Ada saja beberapa nomor soal yang sulit dalam beberapa section dibiarkan kosong begitu saja. padahal bila diisi dengan jawaban guessing saja tidak akan mengurangi skor. Entah apa yang dipikirkan oleh para IELTS taker sebelumnya hingga mereka mengosongkan jawaban sulit. Buat kamu yang akan ikut tes jangan lakukan lagi ya !

kedua, tidak membaca soal dengan penuh perhatian. Percaya atau tidak, sering banget terjadi pada IELTS taker saat mengisi jawaban reading misalnya, untuk jenis pertanyaan yang meminta No more than three words, atau One word and/or a number, mereka lupa perintah itu sehingga jawaban mereka tidak akurat seperti perintah, padahal jawaban sudah dapat malah tidak mendapat skor.

Ketiga, sering menukar topik tulisan. Untuk hal ini fenomenal banget pada writing task 2 IELTS. Kebanyakan IELTS taker selalu merubah ide dan tidak menentukan poin bahasan yang menjawab soal. akhirnya tulisan mereka akan dianngap out of topik atau keluar dari topik bahasan. hal seperti ini berujung pada pengurangan skor walaupun grammarnya bagus dan susunan kalimatnya rapi dan bervariasi. biasanya sih nilai skor writingnya tidak akan melewati 6.0.

Keempat, Tidak mengucapkan kata dengan benar. Speaking test memang hal yang membuat gugup. Sering sekali pada tes terakhir ini, para IELTS taker hanya memperlihatkan kemampuan speaking apa adanya dan melupakan beberapa hal seperti pronunciation. Coba deh perhatikan kalau orang Indonesia ngomong inggris, pasti mereka sering pakai gaya ngomongnya orang indonesia. Kalau kalian juga sering melakukan itu, mulai dari sekarang sudah boleh dikurangi supaya nanti saat tes IELTS tidak terbawa seperti itu. Apalagi sampai mengganggu pronunciationnya, kan rugi banget ya, mengurangi skor tanpa disadari.

Kelima dan terakhir ini, mengulangi bahasa soal. Jadi Beo, burung yang sering meniru apa yang orang ucapkan. Dalam keadaan tes speaking IELTS, sering juga nih, para IELTS taker terjebak dengan keadaan yang menuntut mereka merespon examiner dengan cepat memakai kembali bahasa soal untuk memudahkan mereka mengelaborasi ide dan jawaban yang mudah dituturkan. Contohnya begini, What is your hobby? My hobby is dancing. pengulangan bahasa soal pada speaking tidak akan mendapatkan skor penilaian karena dianggap repition. jadi kedepan yang akan mengambil tes, tidak melakukannya lagi ya.