'

Belajar Keindonesiaan dari Kampung Inggris

Belajar keindonesiaan dari kampung inggris pare

Belajar keindonesiaan dari kampung inggris pare

Belajar Keindonesiaan dari Kampung Inggris

Indonesia itu bangsa besar. Terdiri dari ragam suku bangsa dan kebudayaan. Terpisah oleh beberapa pulau. Sehingga sulit interaksi kebangsaan terjadi antara suku bangsa. Teruma bagi anak-anak muda. Sebab sejak kecil mereka berada di lingkungan yang terbatas aksesnya. Sekolah hanya di lingkungan sekitarnya. Tetapi siapa sangka, ternyata Kampung Inggris Pare menyajikan segenap hal tentang keindonesiaan kita. Nama Pare sebagai Kampung Inggris yang sudah sangat terkenal, bahkan hingga ke luar negeri. Membuat banyak anak-anak muda Indonesia berbondong-bondong belajar bahasa Inggris ke sana. Sehingga berbagai latar belakang suku, budaya, bahasa, pulau, hingga agama menyatu di Kampung Inggris Pare.

Perjuampaan anak-anak muda Indonesia dari berbagai latar belakang menjadi perekat tenun kebangsaan kita. Indonesia itu negara dan bangsa yang besar. Membangunnya tak sederhana melipat tangan. Anak-anak muda tentu memiliki peran penting bagi kemajuan Indonesia. Sebab itulah, kehadiran dan perjumpaan anak-anak muda Indonesia di Kampung Inggris Pare memiliki makna yang penting bagi keindonesian kita. Menjaga persatuan kebangsaan itu tak mudah. Tentu saja masih lekat dalam ingatan kita. Seringkali konflik kekerasan terjadi antara anak bangsa, lantaran mereka tak bisa memahami dan menghargai perbedaan yang ada di antara mereka.

Maka anak-anak muda yang sedang belajar di Pare, sejatinya tak hanya belajar bahasa Inggris. Lebih dari itu, perjumpaan mereka dengan berabagai teman-temannya dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua, Maluku, Sulawesi, NTB, NTT, Bali, Madura, Jawa, Yogyakarta, Jakarta, Kalimantan, Sumatera, Aceh, dan Bengkulu dengan berbagai latar suku, budaya, dan bahkan agama. Membuat mereka mengerti dan memahami realitas kebangsaan kita, bahwa di Indonesia itu terdapat berbagai latar belakang yang membedakan satu sama lainnya. Tetapi itu semua tidak menjadi penghalang bagi kesatuan kebangsaan. Empu Tantular, telah meletakkan pondasi dasar perekat kebangsaan kita berupa Bhinneka Tunggal Ika.

Interaksi sosial yang dilakukan oleh anak-anak tersebut, baik di dalam kelas, camp, atau di lingkungann sosial kehidupannya di Pare, menyajikan segenap pembelajaran penting. Mereka akan menjadi mengerti arti penting menghargai perbedaan. Mereka juga bisa saling dilaog, berbagai banyak hal tentang tentang suku, budaya, bahasa, pulau, bahkan keyakinan agamanya. Sehingga nanti terdorong sikap saling menghargai satu sama lain. Selama ini konflik kekerasan antara anak bangsa lahir karena hilanganya keadaban hidup berupa sikap saling menghargai. Mereka tak saling memahami satu sama lain, sehingga terjadilah konflik.

Harga persatuan kebangsaan itu sangat besar bagi Indonesia. Tak terbayang bila persatuan kebangsaan itu runtuh. Barangkali darah akan berceceran di mana-mana, rencana pembangunan tak jelas rimbanya, dan tentu kita tak bisa hidup tenang dan damai, sebagai kebutuhan dasar setiap manusia. Karena itulah, kehadiran Pare sebagai Kampung Inggris memiliiki arti penting bagi perekat tenun kebangsaan Indonesia.

Di Pare anak-anak muda Indonesia dari berbagai latar belakangnya tak hanya belajar bahasa, tetapi juga belajar keindonesiaan kita, sebagai bangsa besar yang harus menempatkan penghargaan yang tinggi atas semua perbedaan yang ada antara kita dan mereka semua, bangsa Indonesia dari ujung Sabang hingga Merauke dan Miangas sampai Pulau Rote.

Please follow and like us:

Leave us a Comment