'

5 Kekeliruan Orang Sering Pikirkan sebelum Datang ke Kampung Inggris, Kok Bisa Sih?

Saat mendengar frasa ‘Kampung Inggris,’ apa yang kamu pikirkan? Mungkin sebuah kampung yang dihuni oleh para bule yang fasih ngomong Inggris atau desa kecil tempat orang-orang belajar bahasa Inggris bersama-sama. Ya, banyak orang mulai menebak kira-kira apa sih kegiatan yang dilakukan orang-orang di tempat itu sehingga begitu banyak dari mereka yang rela meninggalkan rumah dan keluarga demi menimba ilmu di sana.
Kampung Inggris yang terletak di Pare adalah komunitas pembelajar bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pun disusun dengan rapi dan menarik. Mau ngambil kursus bahasa Inggris model apapun bisa kamu cari di sini. Pingin lancar ngomong Inggris? Ambil aja program Speaking. Takut susah ngomong karena nggak ngerti kosa kata Inggris? Ada tuh program Vocabulary. Pokoknya banyak deh, tinggal nyesuaiin kebutuhan kamu aja mau nguasain apa. Jadi, jangan sampai keliru, seperti 5 kesalahpahaman yang sering orang pikirkan sebelum datang ke Kampung Inggris berikut ini.

1. Karena namanya kampung, banyak yang berpikir jika Kampung Inggris itu perkampungan kecil
Meskipun sekilas namanya adalah kampung, tapi nggak seperti yang kamu pikirkan kok. Untuk ukuran sebuah perkampungan, Pare itu luas, men. Kamu nggak bisa ngelilingin Kampung Inggris hanya dengan jalan kaki. Bahkan mungkin kamu nggak akan bisa ngehafal nama-nama jalan di sana dalam waktu semalam. Buang juga tuh pikiran kalau Kampung Inggris itu semacam remote area yang minim akses kemana-mana, apalagi hang out. Jangan salah, di Pare kamu bisa nemuin apa yang kamu mau. Mau laundry, ATM, minimarket, toko buku hingga cafe’ kekinian pun bisa kamu temuin. Semua itu ada untuk ngedukung dan mempermudah kalian selama nimba ilmu di sana.

2. Orang-orang yang datang ke Kampung Inggris adalah mereka yang sudah jago berbahasa Inggris
Ada dari beberapa teman yang udah nggak pede duluan sebelum dateng ke Kampung Inggris. Ketika ditanya mereka ngerasa minder karena bahasa Inggrisnya jelek, gimana nanti kalo diajak ngomong orang terus nggak bisa ngejawab? Helloow, justru itu kamu harus dateng ke Kampung Inggris, guys. Di Pare itu kamu bisa ngambil program sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki. Beberapa kursusan juga menerapkan sistem placement test yang bertujuan untuk mengetahui level kamu. Nantinya kamu akan ditempatin satu kelas sama temen-temen yang selevel dengan kemampuan yang kamu miliki. So, jangan panik dulu ya? Minum air putih yang banyak dulu, gih.

3. Semua orang di Kampung Inggris menggunakan bahasa Inggris, mulai dari anak kecil hingga orang tua
Kata seorang tutor yang lama tinggal di Kampung Inggris, dahulu memang sebagian besar orang yang tinggal di sana menggunakan bahasa Inggris sebagai percakapan sehari-hari. Namun, seiring berjalannya waktu banyak pendatang lalu mulai memudarlah kebiasaan itu. Sekarang, bahasa Inggris masih digunakan untuk percakaan di asrama, di kelas dan ada juga yang mencoba mempraktikannya di tempat umum. Selain itu, kamu masih bisa nemuin beberapa pedagang yang jago bahasa Inggris lho, seperti penjual bubur ayam yang biasa mangkal di depan Gobal English atau bapak pemilik warung makan yang tinggal di depan Mahesa. Keren ya mereka?

4. Kampung Inggris mengkoordinir semua orang yang datang untuk belajar bahasa Inggris
Jadi begini, Kampung Inggris itu bukan seperti tempat komunitas gede yang mengkoordinir semua orang yang datang untuk belajar bahasa Inggris lho. Waktu pertama kali datang ke sana kamu pasti ngelihat banyak papan nama kursusan yang berjejer berdekatan di pinggir jalan. Di Kampung Inggris ini banyak banget kursusan. Kalau mau ngitung mungkin sampe ratusan. Dengan banyaknya tempat kursus itu kamu jadi punya beragam pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet yang kamu miliki. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai program kursusan tersebut sebelum kamu memantapkan diri mendaftar.

5. Belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris menghabiskan biaya yang tidak sedikit
Ini nih salah satu pendapat keliru yang kerap terdengar di telinga kalau belajar di Kampung Inggris itu membutuhkan biaya banyak. Banyak sih, tapi nggak sebesar yang kamu pikirkan kok. Justru ketika kamu memutuskan mengambil kursus di Kampung Inggris kamu akan terkejut karena saking murahnya. Bayangkan saja, kamu bisa ngambil program satu periode (durasi 2 minggu) hanya dengan membayar sekian puluh ribu rupiah. Mau hemat lagi? Kamu bisa mengambil paket program sekaligus asramanya dengan membayar sekian ratus ribu saja. Program TOEFL atau IELTS preparation-nya juga terjangkau kok, pembelajarannya intensif pula.
Jadi, daripada hanya mengira-ngira Kampung Inggris itu seperti apa dan belum tentu benar, dateng aja langsung ke sana. Main-main dulu juga boleh, habis itu lanjut kursus deh.

Please follow and like us:

Leave us a Comment