Sensasi Mahasiswa Mengajari Dosen

Pare sebagai pusat pembelajaran Bahasa Inggris tanpa melihat usia, jenis kelamin, serta latar belakang pendidikan. Kita bisa bertemu dengan anak SD, namun kita juga bisa bertemu dengan orang – orang yang telah lulus master bahkan akan menempuh PhD. Bukan hanya mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris, tetapi juga seluruh  dasar pendidikan. Termasuk saya yang sedang kuliah di Fakultas Kedokteran Jurusan Kebidanan.

Hal yang unik bukan hanya dari orang – orang yang ingin belajar, tetapi juga dari para pengajar. Saat kita berada di lembaga pendidikan tertentu seperti sekolah atau universitas, kita akan selalu bertanya “siapa pengajarnya?”, “lulusan dari mana?”, “apa gelarnya?”, dan hal – hal lainnya. Kita merasa belajar pada orang yang tepat jika kita belajar pada orang yang gelar pendidikannya lebih tinggi dan usia yang lebih tua dari pada kita, bahkan tidak sedikit orang yang meremehkan guru atau pengajar yang masih muda dengan gelar S1.

Dari fenomena tersebut, saya melihat hal yang sangat unik di Pare saat saya mengikuti kelas IELTS. Tenaga pengajar saya masih cukup muda dan belum lulus pendidikan S1, tetapi beliau sangat berkualitas dalam menyampaikan dan mengajarkan materi IELTS tersebut. Selain itu, terdapat 2 siswa di kelas yang akan mengambil gelar PhD di Jerman. Fenomena yang tidak biasa ini terjadi di depan mata saya. Ini lah proses pembelajaran yang ideal dimana kita tidak melihat siapa yang menyampaikan ilmu tersebut, tetapi dari ‘isi materi’ atau ilmu itu sendiri dimana yang menyampaikan adalah orang yang master pada bidangnya. Bukan karena gelar atau usia.

Kemudian saya berbincang dengan tenaga pengajar lainnya dan saya bertanya “Berapa usia tenaga pengajar termuda yang pernah anda temui?”. Dan hal yang sangat membuat saya terkejut adalah salah satu cerita dimana tenaga pengajar termuda salah satu lembaga yang masih duduk di bangku SMP. Anak SMP yang mengajar orang – orang yang lebih tua, jauh di atas usianya. Sungguh fenomena ini sangat jarang saya temui di tempat belajar lain di kota mana pun.

Melihat dari fenomena tersebut, sungguh banyak pelajaran yang dapat diambil baik bagi pihak pengajar maupun bagi siswa yang belajar. Bagi tenaga pengajar akan meningkatkan percaya diri dimana jika kita master terhadap sesuatu, kita dapat berbagi ilmu dan tidak perlu takut kepada siapa kita berbagi. Sesungguhnya ilmu akan sangat bermanfaat bagi orang banyak. Sedangkan bagi siswa terutama orang – orang yang memiliki pengalaman luar biasa dengan didukung latar pendidikan yang gemilang, bukan berarti dapat menghina atau merendahkan orang lain. Mereka akan belajar untuk lebih rendah hati dan mengabdikan diri agar lebih berguna bagi sesama manusia. Dan jika pemahaman ini dapat terjadi di seluruh negeri, hanya menunggu waktu untuk menjadi “Indonesia Jaya”.

Karya : Vivi

Comments

comments