Sahabat-Sahabat Hati

Sepuluh hari telah berlalu, tanpa tersa. Ada yang sedikit kaku dilidah. Yah tepat, aku ingin bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia. Sepuluh hari penuh aku full English. Untungnya, aku sedikit sudah terbiasa English area sebelumnya selama pendidikan di Kampung Inggris Pare, tepatnya di Global English. Berkat didikan dari Global English (GE) juga aku dapat sampai ke Korea ini.
Teringat pertama kali aku datang untuk tes beasiswa Global English kala itu. Di bawah payung jamur, tiga orang, Mr Agus, selaku Manager GE, Mr Rafella, selaku bapak Teaching Clinic (nama beasiswa dari Global English) dan Miss Siti, Ibu TC yang paling cantik sendiri.

Aku rada gugup waktu itu ketika mereka bertanya padaku dengan bahasa Inggris. Betapa belepotannya saat itu dan terlalu banyak mikir dan kehilangan kata dalam Inggris saat mau mengucapkan sesuatu. Untungnya, aku keterima kala itu hingga aku mendapat pendidikan 10 bulan di GE.

Sewaktu di asrama atau camp di sana menempatkan English area. Kalau sampai keceplosan satu kata maka akan dikenakan denda 500 rupiah. Betapa lucu dan menariknya saat pertama di English area itu, kami, Fiki, Ali, aku, Han, Dul, Sum, Dede, dan Fari, terkadang menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan sesuatu. Yah dari pada kena hukuman. Akan tetapi, ketika diluar batas English area boleh-boleh saja berbahasa Indonesia. Jadi, ketika serasa gak kuat di English area atau camp pada lari keluar dan teriak memakai bahasa Indonesia, saking keramnya tu mulut.

Kebersamaan kami sungguh saat-saat yang sangat menyenangkan hingga sampai kami mempunyai ciri khas tersendiri. Mr Fiki, terkenal dengan nama sang orator karena ketika speaking kayak mau demo, Mr Fari seorang yang berwajah garang namun hati tetap hello kitty, apalagi kalau tau curhatannya. wkwkw peace semoga orangnya gak baca, lalu Mr Ali, yang dikenal sebagai ustadz di sana dan ada fan beratnya juga lho, sedang Mr Sum, si raja panggung, namun kadang ngeselin juga, tapi ketika mau kesel pasti gak jadi sama dia. Sejahat-jahatnya orang ketemu Sum pasti jadi gak tega dan berubah baik padanya. Teman-teman pada memanggilnya dedek Sum. Oh ya, dia pernah berkata bahwa panggilannya bukan Sum namun Sem karena ada pronunciation-nya. Jago juga dia nyanyi hingga stan up comedy. hahaha Lalu, Mr Han, nah ini terkenal dengan sebutan Bruno Mars, kerennya tapi kadang jadi Crocodile juga. Lalu Mr Aab, yang sering dikejar-kejar perempuan. Dan Mr Dul, seorang yang suka bawa kamera kemana-mana, pernah niat mau melamar Nurah (jadi Nurah, anak yang terrible pokoke dan Sem selalu manggil aku daddy, perannya sebagai bapak kayake) namun selalu aku tolak
. . .

Nah, posisi sekarang sangat berbeda, tidak ada orang Indonesia di sini sehingga aku tak bisa bercakap dalam bahasa Indonesia. Aktivitasku juga berkumpul dengan orang-orang local Korea, banyak juga yang tidak bisa bahasa Inggris, membuat kadang salah paham.
. . .

Pada saat berbicara dengan Host pun harus ada penerjemahnya. Jadi sementara mereka memakai bahasa Korea, aku hanya bisa tersenyum, sekali mengangguk.
“What did He say Sung Ming” tanyaku pada Sung Ming selaku Penerjemah.
“He said that this week we will get Cherry Blossom Party” Jawabnya.
Oh, minggu ini ya, aku kira sabtu minggu akan istirahat di rumah ternyata harus jalan lagi. Tapi tak apa sih karena di situ pasti ada hal yang baru yang bisa aku dapatkan.

By Setyo Pamuji

Comments

comments