Penerima beasiswa adalah Arda. Beliau merupakan salah satu alumni dari Universitas swasta di kota Kediri, lebih tepatnya Universitas Islam Kadiri (UNISKA). Anak asli kelahiran Pare Kampung Inggris ini benar-benar menunjukkan bahwa yang terpenting bukanlah bagaimana akreditasi universitas kita, negeri atau tidak kah, melainkan bagaimanakah akreditasi diri kita sendiri sehingga layak untuk memenangkan program beasiswa ke Luar Negeri. Arda memilih untuk melanjutkan kuliah di salah satu Universitas terbaik di Negeri Kanguru, Australia yaitu Universitas Adelaide. Beliau memiliki semangat yang tinggi untuk mendapatkan beasiswa kuliah Master di Luar Negeri.

Arda memiliki beberapa alasan mengapa memilih luar negeri sebagai tujuan untuk melanjutkan pendidikannya. Salah satu alasan tersebut adalah untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda. Mungkin benar seperti apa yang dikatakan oleh pepatah “Merantaulah, Kau kan temukan pengalaman hidup yang penuh duka cita”. Selain alasan tersebut, Mr. Arda juga ingin mendaptkan sudut pandang yang berbeda dari pembelajaran yang ada di Indonesia dan Australia. Bahkan beliau semakin memperhatikan sistem pendidikan yang ada di Indonesia ketika berada di Australia sendiri dari pada di Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa beliau sangat peduli terhadap Indonesia dengan dimulainya memperhatikan system pendidikan di Indoneia yang selanjutnya akan dicari jalan keluar untuk memecahkan permasalahan yang ada dalam system pendidikan kita.

Mr.Arda menlanjutkan pendidikan masternya di Adelaide University dengan menggunakan beasiswa dari pemerintah Indonesia, yaitu LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Beasiswa ini diperuntukkan bagi anak bangsa yang memiliki semangat yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan master atau doktornya di dalam atau luar negeri, yang tentunya memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh pihak LPDP. Beliau menceritakan bahwa untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri, beliau memiliki persipan yang cukup panjang. Hal ini adalah mungkin ujian bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikannya di luar negeri untuk selalu siap “Fighting” menghadapai permasalahan-permasalahan yang muncul nantinya. Beliau juga mengingatkan bahwa hal yang tidak kalah penting adalah memiliki “intention” yang sangatlah kuat.

Ketika beliau baru lulus kuliah dari UNISKA, beliau langsung mempersiapkan bekal untuk melanjutkan pendidikannya tersebut. Ada yang menyarankan untuk mencari beasiswa dulu kemudian kampus, tapi juga ada yang menyarankan sebaliknya. Namun, Arda lebih memilih untuk mencarinya secara bersama-sama (berbarengan). Ketika ijasah S1 keluar, beliau langsung mengurusi administrasi dua-duanya, yang pertama untuk beasiswa, yang kedua untuk kampus tujuannya. Selain itu, beliau tidaklah lupa untuk mempersiapkan kemampuan bahasa dalam proses pengambilan tes IELTS. Beliau menyarankan bahwa setiap “Scholarship Hunter” harus siap untuk kesana kemari mengurusi semua persyaratan yang dibutuhkan. Beliau juga tidak lupa untuk mengurusi Letter of Acceptance (LoA). Beliau pernah mengajukan ke NSW dan Monash disaat yang bersamaan. Begitu pun dengan beasiswanya, beliau mengajukan ke AAS dan LPDP disaat yang bersamaan pula. Namun, hasilnya beliau tidak mendapatkan panggilan dari AAS scholarship. Alhamdulillah, beliau masih mendapatkan LoA dari NAW dan Adelaide, sedangkan yang dari NSW masih di tunda.

Masih tentang perjuangannya, beliau dulu mempersiapkan kemampuan bahasa cukup lama. Beliau belajar bahasa inggris di Genta mulai tahun 2009-2014, beliau mengambil diploma. Kemudian beliau melanjutkan pembelajaran bahasa inggrisnya mengambil IELTS di Global English selama 2 minggu bersama temannya Mr.Ocan, dimana akhirnya beliau mengenal Mr. Darmanto (Owener of Global English). Beliau memilih untuk mengambil IELTS karena lebih diterima secara umum atau global. Ketika bahasa inggrisnya mulai berkembang, akhirnya beliau pun kadang disuruh menggantikan Mr.Ocan untuk mengajar kelas Listening for IELTS. Sambil mengajar beliau mendaftar beasiswa LPDP batch 2 tahun 2015, dan beliau pun di terima sebagai awardee. Beliau mengambil jurusan Pendidikan di Adelaide University. Beliau berharap bahwa anak-anak Indonesia bisa melanjutkan perjuangannya untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Ketika semakin banyak anak Indonesia melanjutkan kuliah ke luar negeri, beliau berharap mereka dapat mendedikasikan dirinya untuk pembangunan Indonesia ke depan lebih baik. Beliau tak lupa mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada pihak yang telah membantu beliau untuk menggapai mimpinya kuliah di luar negeri seperti tutor-tutor di Global.

Crew yang bertugas : Dyah dan Harun Ismail

Comments

comments