Pare Kampung Inggris terletak di Kediri, Jawa Timur. Tempat ini sangat terkenal di Indonesia sebagai pusat Bahasa Ingggris. Hal yang sangat menarik dan unik adalah kompleks pembelajaran Pare seperti kompleks perkuliahan bagi mahasiswa international di Malaysia dan negara – negara Eropa. Dalam suatu kompleks akan terdapat tempat belajar, tempat tinggal, alat transportasi, serta ‘hiburan’ yang mendukung proses pembelajaran.

Sistem belajar berupa sistem sks dimana kita dapat mengatur sendiri jam belajar kita dan dimana kita akan belajar. Dengan pengaturan jam belajar tersebut, kita dapat mengambil 1 – 2 kelas di pagi hari pada lembaga A, kemudian berpindah 1 – 2 kelas di lembaga B, serta 1 kelas malam di lembaga C. Di samping itu, kesan belajar juga sangat ‘berbeda’. Pare diperuntukkan untuk belajar dengan seni yang baru. Tidak ada gedung – gedung tinggi. Tidak ada ruang kelas dengan kursi – kursi yang tersusun rapi. Tidak ada kesan tempat belajar seperti yang kita temui di sekolah atau universitas. Namun, kita akan banyak melihat sekelompok orang yang berkumpul di halaman, di teras rumah atau camp, serta di bawah pohon.

Selain tentang sistem belajar di tempat kursus yang sangat santai, ada pula kegiatan belajar di dalam camp (Tempat tinggal). Camp merupakan tempat tinggal yang dimiliki masing – masing lembaga kursus dan memiliki ‘English Area’. Ini merupakan hal yang menarik saat belajar di Pare dimana kita akan belajar Bahasa Inggris sehari – hari yang diaplikasikan bersama teman – teman di camp. Masing – masing camp juga akan memiliki kegiatan bersama, contohnya senam pagi, jogging bersama, atau kegiatan – kegiatan diskusi dan game – game seru dalam Bahasa Inggris.

Salah satu yang sangat unik adalah alat transportasi yang digunakan. Jika dalam area kampus di Malaysia atau negara di Eropa, mereka akan pergi dari satu gedung ke gedung lain dengan menggunakan fasilitas bus kampus. Di Pare, alat transportasi berupa Sepeda. Jadi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kita akan menggunakan sepeda. “Dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula”, maka sepeda menjadi salah satu pendukung keberhasilan belajar di kampung ini.

Hal yang sangat menarik adalah fasilitas ‘ekstrakulikuler’. Saat mahasiswa mengalami kebosanan, mereka akan melakukan hoby mereka, contohnya bermain musik. Di kampung Inggris yang terdiri dari 3 desa ini, terdapat satu tempat kursus musik “Unix, Guitar and Piano Lesson”. Tempat musik ini sangat mencengangkan saya, dimana pusat bahasa yang memiliki tempat musik. Hal ini membuat Pare benar – benar menjadi ‘kompleks pembelajaran’ seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya. Dalam sebuah universitas, musik sering digunakan sebagai selingan penyeimbang antara otak kanan dan otak kiri. Hal tersebut akan memaksimalkan perkembangan belajar.

Pare pun menjadi sebuah ‘kompleks pembelajaran’ yang lengkap dan sangat nyaman dengan semua fasilitas ‘pelengkap’ yang menarik. Hal – hal unik yang terdapat di kampung ini, akan memberikan pengalaman tersendiri bagi orang – orang yang datang dan belajar disini. Untuk program kesehatan, kita mengenal “Desa Siaga” yang terus dikembangkan di seluruh kota di Indonesia, dan Pare merupakan kompleks pembelajaran yang dapat menjadi contoh untuk kompleks pembelajaran di kota – kota lain demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Karya : Vivi

Comments

comments