Keterbatasan tidak lagi menjadi penghalang bagi mereka yang mempunyai ambisi yang sangat tinggi untuk melakukan perbaikan. Bagi mereka, di dalam setiap kesempitan akan selalu ada kesempatan. Begitu pula bagi Setyo Pamuji, sosok pemuda pekerja keras dan mempunyai semangat yang tinggi ini berasal dari Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Semangatnya yang sangat tinggi tergambarkan dalam riwayat pendidikan yang ia tempuh hingga detik ini.

Pemuda yang akrab disapa Tyo ini mempunyai semangat yang tinggi dalam pendidikan. Dia adalah salah satu penerima program beasiswa bidikmisi untuk pendidikan S-1 nya di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada jurusan Akidah Filsafat fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Pendidikan S-1 nya ditempuh dalam waktu 3,5 tahun (7 Semester). Selama menempuh pendidikan S-1, dia aktif dalam beberapa organisasi dan aktif dalam kegiatan jurnalistik. Tulisannya telah banyak diterbitkan di dalam media-media tingkat lokal hingga nasional. Kemampuannya dalam hal kepemimpinan juga patut diapresiasi, karena pengetahuannya dalam ilmu keorganisasian sangat mumpuni. Kekonsistenannya dalam membaca dan terus menelurkan karya-karya di bidang jurnalistik menjadi pendukung bagi kemampuannya di bidang lain khususnya di bidang akademik. Dia adalah lulusan terbaik jurusan Akidah Filsafat di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Sunan Ampel Surabaya. Dia juga mendapatkan predikat penulis yang baik di UIN Sunan Ampel Surabaya ketika ia diwisuda.

Pasca diwisuda, Setyo Pamudji bergabung dalam program Teaching Clinic. Teaching Clinic merupakan program beasiswa kursus Bahasa Inggris yang dilaksanakan oleh Global English di Kampung Inggris Pare Kediri. Selama program ini berlangsung, ia sembari mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan magisternya. Perjuangannya untuk melanjutkan pendidikan magister tidaklah mudah. Dia pernah mendaftarkan diri melalui program beasiswa yang diadakan oleh Lembaga Pengelola Dana Keuangan (LPDP) dengan tujuan studi Australia pada jurusan Antropologi, tetapi dia gagal dalam kesempatan tersebut. Ia tidak berhenti di zona itu saja atau bahkan menyerah, ia tetap menjaga semangat dan memperkuat tekadnya untuk melanjutkan pendidikan magister. Banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah. Tekadnya yang kuat, mengalahkan ribuan halangan yang ia hadapi.

Meskipun belum berhasil melanjutkan pendidikannya, ia tidak hanya berdiam diri karena ia adalah sosok yang sangat produktif. Ketika masih terikat program Teaching Clinic Global English Pare, pada masa On the Job Training (OJT) di akhir program, ia memilih Korea sebagai tempat OJT nya. Ia mengajar Bahasa Inggris untuk tingkat SD, SMP, dan SMA di Big Three Local Children Centre di Korea Selatan. Tidak hanya mengajar di Korea, tetapi ia juga menulis novel yang berjudul “Apa Kabar Korea” yang akhirnya berhasil diterbitkan.

Pasca diwisuda dari Teaching Clinic dia kembali ke kampung halaman untuk membagi apa yang telah ia dapatkan di perantauan. Ia mendirikan Menara Harapan Foundation di desa Grabagan Kecamatan Grabagan Tuban, yang merupakan sekolah gratis bagi anak-anak sekitar desa Grabagan. Ia juga menjadi trainer di Grabagan Business Centre. Banyak manfaat yang ia hasilkan dari ketekunannya, ketinggian ilmunya dan kerendahan hatinya.

Setelah beberapa saat vacum dari dunia perkuliahan, ia kembali ke dunia itu pada tahun 2016 tepatnya pada bulan September. Ia melanjutkan pendidikan magisternya di China pada program studi Master of Business Administration (MBA)/ Global Management dari School of Economics. Studinya tersebut dibiayai oleh Chinese Scholarship Council. Bisnis adalah salah satu bidang yang sangat ia minati, dan program studi yang sedang ia tekuni ini merupakan program terbaik di China. Ini yang menjadikannya lebih bersemangat dalam menjalani pendidikan magisternya. pendidikan magisternya ini akan ditempuh selama tiga tahun, dan semua fasilitas selama hidup di sana bahkan kebutuhan sehari-hari ditanggung oleh pemerintah China. Setelah kembali ke Indonesia nanti pastinya akan lebih banyak lagi manfaat yang akan disebarkan khususnya untuk orang sekitar dan untuk bangsa Indonesia.

Crew yang bertugas : Ananing Nur Wahyuli dan Rahmat Hidayat

Comments

comments