Bahasa inggris dewasa ini sepertinya telah menjadi keahlian yang wajib dimiliki oleh siapapun di negeri ini. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh kewajiban akademik, namun juga menjadi salah satu tolak ukur kelayakan seseorang untuk bergaul, bersaing, dan berperan aktif dalam tatanan masyarakat sosial, dalam bidang apapun itu. Bisa dibuktikan dari beberapa lowongan pekerjaan kerap kali mensyaratkan para pendaftarnya mampu berbicara bahasa inggris entah itu pasif maupun aktif, tidak jarang pula mereka meminta bukti kemampuan berbahasa inggris dengan adanya sertifikat TOEFL dan/atau IELTS. Tidak hanya dalam bidang pekerjaan, sebut saja syarat masuk perguruan tinggi, syarat mendapatkan beasiswa, syarat menjadi anggota suatu organisasi. Hampir semua sisi kehidupan menginginkan sumber daya manusia yang mengerti bahasa inggris secara mendalam maupun dalam level standar.
Globalisasi, adalah ‘mahluk’ yang bertanggungjawab atas munculnya keadaan ini, manusia memang tidak bisa menghindari globalisasi sehingga manusialah yang harus beradaptasi menyesuaikan dirinya untuk bisa survive. Fakta telah membuktikan bahwa bahasa inggris adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan oleh bangsa-bangsa di muka bumi, bahasa inggris juga sudah dianggap sebagai bahasa internasional. Oleh sebab itu bahasa inggris dijadikan mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan Indonesia di tingkat-tingkat sekolah tertentu. Keinginan pemerintah menjadikan rakyat Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan mampu bersaing di kancah internasional patut diapresiai dan didukung penuh. Orang bijak mengatakan “mereka yang menguasai bahasa suatu kaum, maka akan selamat dari kejahatan kaum tersebut”, sehingga kemampuan berbahasa inggris dapat menjadi senjata ampuh agar mampu mengikuti arus globalisasi.
Sayangnya, keterbatasan waktu dan porsi belajar di bangku sekolah menjadi kendala tersendiri bagi mereka untuk membangun dan meningkatkan kemampuan berbahasa inggris. Di samping itu lingkungan yang tidak menyediakan interaksi komunikasi berbahasa asing juga menjadi salah satu penyebab kurang maksimalnya hasil pembelajaran. Bahasa adalah sesuatu yang digunakan untuk berkomunikasi, sehingga sudah seharusnya digunakan untuk berkomunikasi baik secara verbal maupun tulisan sebagai tempaan agar terbiasa, menambah kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa tersebut, sarana latihan, serta cara efektif mempercepat proses penguasaan bahasa tersebut. Pernahkah terpikir mengapa kita dengan mudahnya mengerti dan lancar melafalkan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah (bahasa ibu)?, pernahkah terpikir mengapa anak-anak berumur di bawah sepuluh tahun dan tinggal di USA atau UK paham dan lancar berbahasa inggris?. Tentu jawabannya karena mereka terbiasa menggunakan bahasa tersebut, di dukung dengan lingkungan dan orang-orang sekitar pun menggunakan bahasa tersebut untuk berinteraksi. Dibutuhkan porsi yang lebih untuk mendukung kemampuan berbahasa inggris serta lingkungan yang kondusif agar proses pembelajaran lebih efektif dan efisien.
Di indonesia,  Kampung Inggris Pare di kabupaten Kediri, Jawa Timur, adalah salah satu tempat favorit bagi siapapun entah itu pelajar maupun mereka yang sudah bekerja, tua maupun muda, untuk mempelajari bahasa inggris. Di kampung ini, yang sebenarnya bernama desa Tulungrejo, terdapat sekitar ratusan institusi yang menyediakan jasa pendidikan bahasa inggris, masing-masing institusi memiliki spesialisasinya sendiri-sendiri, biaya kursus yang murah dan bervariasi, jangka waktu yang fleksibel, tutor yang berkualitas dan berpengalaman di bidangnya, serta tempat penginapan atau di sana biasa disebut dengan camp/dormitory yang layak. Para calon murid bisa memilih kelas dan lamanya waktu kursus yang sudah diatur sedemikian rupa. Ada kelas basic bagi para pemula, kelas vocabulary, kelas writing, kelas grammar, kelas speaking, kelas listening, kelas TOEFL, kelas IELTS, bahkan di salah satu institusi bernama “Global English” mereka menyediakan kelas job interview untuk mereka yang sedang melakukan persiapan wawancara pekerjaan, sekolah, beasiswa, dan lain sebagainya dalam bahasa inggris. Mungkin hal ini yang menarik minat para calon murdi untuk datang karena mereka dapat memilih kelas serta jangka waktu belajar yang mereka inginkan, dan fokus pada bidang yang dibutuhkan.
Mempelajari bahasa inggris di kampung inggris Pare adalah salah satu langkah jitu dan efektif. Bukan tanpa alasan bisa dianggap demikian, karena di kampung inggris dapat ditemukan sebuah lingkungan yang memungkinkan para murid berinteraksi satu sama lain menggunakan bahasa inggris secara lisan dan tulisan. Tidak hanya selama proses belajar-mengajar di kelas namun juga di luar kelas, seperti di asrama, di warung, di jalan, hampir di semua tempat mereka berusaha menggunakan bahasa inggris. Tidak perlu malu atau gengsi karena sangat lumrah jika melihat atau mendengar seseorang bicara bahasa inggris dengan terbata-bata, bercampur baur dengan bahasa indonesia, salah pengucapan, grammar berantakan, dan ekspresi yang menggelikan, karena mereka semua adalah murid yang sedang dalam proses belajar. Semakin sering seseorang menggunakan bahasa inggris dalam kegiatannya sehari-hari maka akan semakin cepat proses penguasaannya terhadap bahasa itu, karena ungkapan “bisa karena terbiasa” bukanlah “omong kosong”.

Comments

comments