.  .  .

Awal Mei 2012 aku dan beberapa orang rekan seperjuanganku waktu mengenyam bangku SMA, terlibat perbincangan kecil mengenai mau diisi dengan apa liburan panjang kami ini, sembari menunggu pengumuman hasil Ujian Nasional keluar. Sehingga ada salah seorang dari kami yang mengusulkan bagaimana jika liburan pasca UN ini diisi dengan mengunjungi “England van Java”. Yups, bagaikan memasukan kunci ke dalam gembok. Cucok bangetz, (truss gue harus bilang jokowow geto). Akhirnya Kampung Inggris yang sedari dulu memang menjadi bagian dari mimpiku, ternyata mulai muncul kepermukaan, menjadi trend topik pembicaraan kami sore itu. Dengan bermodalkan semangat kekeluargaan yang tinggi, meski satu orang pun diantara kami belum ada yang pernah menginjakkan kaki ke “Planet Impian” yang bernama Kampung Inggris Pare-Kediri. Namun hal itu tidaklah menyurutkan semangat kami yang memang sudah sering dibakar oleh manuskrip-manuskrip sejarah para pejoeang ’45 ataupun semangat jihad perang Badar. Sekali layar terkembang, pantang badan memutar haluan. Atau biasa kami menamainya Jurus Tandur (Maju Terus Pantang Mundur).

Setelah terlibat perbincangan yang cukup lama, akhirnya sore itu kami sepakat untuk berencana mengeroyok  Kampung Inggris dengan jumlah serdadu kurang lebih 9 orang.^_^ Tentu sore itu pembicaraan kami baru berkutat pada sebatas perencanaan sedangkan waktu keberangkatannya akan dieksekusi 2 buan yang akan datang. Ya, begitulah jika para remaja “Laskar pelangi” sedang menyusun sebuah perencanaan yang membutuhkan biaya yang cukup lumayan, tentu tidak bisa serta merta langsung terwujud. Butuh loading terlebih dahulu. Nampkanya lirik lagu dari mas Bondan Prakoso sangat seirama dengan perjalanan cita-cita besar kami. Hidup berawal dari mimpi. Ya, memang untuk sesuatu yang harus ditunda terlebih dahulu, kami biasa memimpikannya terlebih dahulu. Toh, Nabi Yusuf as pun pernah bermimpi ada 11 bintang,matahari dan bulan yang ‘’bersujud’’ padanya, yang mana dikemudian hari mimpi itu diwujudkan dengan ditunjuknya beliau menjadi Mentri perekonomian Mesir pada waktu itu yang disertai dengan sadarnya para saudara beliau yang telah membuangnya kedalam sumur ketika masih kecil.

Bermimpilah! Karena tidak ada satu undang-undang pun yang melarang anda untuk mempunyai impian. Teringat dengan nasehat yang pernah disampaikan oleh seorang guruku yang mengatakan “Gantungkanlah cita-cita (impianmu) setinggi angkasa, karena sekalipun kamu terjatuh maka akan jatuh diantara bintang gemintang’’. Filosofis dan sarat akan makna.

Pertengahan Mei 2012, perizinan pulang pun tiba. Masing-masing dari kami pun bertekad untuk kembali ke sekolah pada akhir Juni. Selain untuk menghadiri acara pengumuman kelulusan, juga ingin merealisasikan planning yang telah kami susun, yakni English village.

.  .  .  ( Bersambung…!! )

Comments

comments