http://kampung-inggris.co.id/

Curriculum Vitae atau yang lebih dikenal dengan CV adalah salah satu persyaratan yang penting saat mengajukan aplikasi, mulai dari aplikasi kerja, aplikasi magang, hingga aplikasi beasiswa studi. Menulis CV dengan baik dan benar akan membuat aplikasi dipertimbangkan oleh pihak penyeleksi. Oleh karena itu, penting buat kamu untuk tahu bagaimana cara membuat CV yang baik.

Dalam aplikasi beasiswa, kamu akan menjumpai lampiran CV sebagai salah satu persyaratan. Mengapa CV sangat penting dan sering dijadikan persyaratan dalam aplikasi beasiswa? Karena CV akan menjadi cerminan diri kamu di mata orang yang menyeleksi aplikasimu. CV menjadi bahan pertimbangan dalam tahap screening untuk melakukan filter pada kandidat yang mendaftar. Kali ini kami akan berbagi tips bagaimana melakukan penulisan Curriculum Vitae dalam aplikasi beasiswa.

1 | Data Pribadi

Data pribadi adalah salah satu informasi yang basis dan fundamental dalam sebuah CV. Pastikan kamu memberikan informasi yang jelas mengenai data pribadi, mulai dari nama, alamat, hingga kontak yang bisa dihubungi seperti email atau nomor telepon.

2 | Pendidikan

Cantumkan riwayat pendidikan, biasanya mulai dari jenjang SMA ke atas. Cantumkan pendidikan non-formal yang pernah diikuti jika ada. Atau jika memungkinan kamu bisa mencantumkan kegiatan tambahan seperti mengikuti seminar, workshop dan sebagainya.

3 | Prestasi Akademik atau IPK

Ini merupakan salah satu syarat mutlak yang harus kamu cantumkan pada CV kamu. IPK merupakan salah satu standar yang dapat mengukur kemampuan dan prestasi akademik kamu. IPK juga pada umumnya menjadi bahan pertimbangan awal untuk penerimaan atau seleksi kandidat penerima beasiswa.

4 | Karya Ilmiah yang Pernah Dipublikasikan

Beberapa program beasiswa juga akan mempertimbangkan karya ilmiah yang pernah kamu publikasikan, terutama apabila kamu mendaftar program beasiswa master’s degree (S2) atau doctoral degree (S3). Diterbitkan di jurnal mana saja, kapan, dan dengan topik apa. Hal ini perlu dilampirkan agar pihak penyeleksi bisa mengetahui seberapa besar kompetensi dan minat kamu di bidang tertentu.

5 | Riwayat Penelitian dan Penelitian yang Sedang Dilaksanakan

Riwayat penelitian dan penelitian yang sedang dilaksanakan menjadi informasi yang penting, apalagi apabila kamu mau melanjutkan studi S2 atau S3. Kebanyakan universitas akan mengajukan informasi mengenai penelitian yang pernah kamu lakukan atau penelitian yang sedang kamu lakukan sebagai salah satu syarat umum aplikasi. Dalam bagian ini, kamu perlu menceritakan dan memaparkan dengan jelas mengenai penelitian apa saja yang pernah kamu lakukan atau yang sedang kamu lakukan, mulai dari topik atau tema, waktu, deskripsi singkat, dan lain-lain.

6 | Prestasi yang Menunjang

Prestasi menjadi salah satu bahan pertimbangan yang kuat bagi pihak penyeleksi untuk menerima kamu sebagai penerima beasiswa. Beasiswa pada umumnya diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang memiliki kompetensi dan mendemonstrasikan kemampuan yang baik. Prestasi menjadi salah satu tolak ukur kemampuan kandidat. Kamu bisa mencantumkan prestasi akademik atau non-akademik.

Sebagai contoh, beasiswa Fulbright akan mengutamakan pelamar yang pernah punya prestasi di bidang leadership, mendirikan organisasi, dan sejenisnya. Beberapa program beasiswa juga akan mempertimbangkan orang yang berpotensi dalam bidang kepemimpinan dan memiliki pengaruh kuat. Kamu bisa mencantumkan kualifikasi kamu di organisasi. Walaupun organisasi kecil, jika kamu pernah menjadi ketua atau posisi top level management, itu akan lebih bagus dibandingkan menjadi anggota di organisasi besar. Kamu bisa memproyeksikan sifat kepemimpinanmu melalui proyek atau kegiatan sosial yang pernah kamu lakukan. Kamu juga bisa mencantumkan prestasimu lewat penghargaan yang pernah kamu dapatkan, misalnya dalam lomba, seleksi, beasiswa yang pernah kamu terima, dan lain-lain. Buat prestasi penunjang dalam bentuk foto, video, atau website yang bisa kamu lampirkan sebagai bahan bukti.

7 | Pengalaman

Pengalaman juga menjadi salah satu aspek dan bahan pertimbangan yang penting. Kamu bisa mencantumkan pengalaman kerja, magang, part-time, dan pengalaman lainnya. Hal ini akan menjadi nilai pembeda kamu dengan kandidat lainnya. Proyeksikan pengalaman kamu dengan baik. Tuliskan deskripsi singkat dan jelas tentang pengalamanmu, durasi pengalaman, dan peran kamu.

8 | Minat

Utarakan minatmu dalam CV melalui kegiatan yang kamu ikuti, pengalaman yang pernah kamu jalani. Pertegas minatmu dalam CV dan usahakan itu terlihat dari pengalamanmu. Kamu juga bisa menyertakan training yang pernah kamu ikuti untuk mempertegas minatmu.

9 | Komitmen

CV kamu menunjukkan bahwa kamu pernah mengikuti serangkaian kegiatan, proyek dan pengalaman. Tentu akan menjadi pertanyaan: Bagaimana komitmen kamu? Jika memang itu terjadi, sebaiknya kamu memberikan alasan yang rasional dan mudah dipahami.

10 | Karakter dan Kepribadian

Karakter dan kepribadian juga bisa terlihat di CV lho. Pastikan CV yang kamu buat rapi , terstruktur dan jelas. CV pada dasarnya tidak membutuhkan desain khusus, namun apabila kamu memiliki desain CV yang simpel dan elegan akan menjadi menarik. Pastikan desain CV mu tidak berlebihan dan tetap terkesan profesional. Beberapa bagian bisa kamu buat berwarna atau kamu bisa memilih tipografi yang elegan.Tampilkan foto standar setengah badan dan jangan tampilkan foto pribadi dengan berbagai pose karena tidak profesional.

11 | Kompetensi

Dari hobi, latar belakang, kursus yang diikuti, kegiatan dan pengalaman, pihak penyeleksi bisa menerka kompetensi yang kamu miliki. Misalnya kemampuan public speaking, people management, analisa, dan kompetensi lainnya. Kamu juga bisa menyertakan skill yang kamu kuasai misalnya programming languageC, Python, Microsoft Office, Adobe Photoshop, dan skill teknis lainnya. Pastikan kamu menuliskannya dengan format yang mudah dibaca.

12 | Relevansi

Relevansi berbicara tentang seberapa nyambung CV yang kamu buat dengan tujuan dari program beasiswa yang kamu daftar. Semenarik apapun latar belakang kamu, tidak akan bernilai jika tidak berhubungan. Misalnya, program beasiswa yang kamu daftarkan adalah program yang mengutamakan kemampuan dan pengalaman di bidang riset. Sedangkan latar belakang di CV menonjolkan kemampuan di bidang desain. Pihak penyeleksi kemungkinan besar akan memilih kandidat dengan relevansi CV yang sesuai dengan tujuan program yang ditawarkan. Pastikan poin yang kamu sampaikan di CV memiliki kesinambungan dengan tujuan beasiswa yang hendak kamu daftarkan.

Poin-poin diatas merupakan hal-hal penting yang harus ada dalam penulisan CV. Pastikan kamu menyertakan hal-hal diatas dalam CV kamu. Nah, sekarang kamu tidak bingung lagi kan apa saja yang harus kamu cantumkan di CV saat mendaftar beasiswa? Selamat mencoba!

Sumber : http://blog.galedu.com/12-tips-membuat-curriculum-vitae-untuk-aplikasi-beasiswa/

Comments

comments